Disdik Sleman Gelar Workshop Penanganan Anak Putus Sekolah dan Launching Program “Pantas Mapan”

Sleman – Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menggelar Workshop Penanganan Anak Tidak Sekolah/Anak Putus Sekolah pada Kamis, 18 September 2025. Workshop ini sekaligus menandai peluncuran program terbaru Program Andalan Penuntasan Anak Tidak Sekolah Demi Masa Depan (Pantas Mapan).

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dan dibuka secara resmi menggunakan gong oleh pejabat daerah setempat yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dan DPRD. Launching program “Pantas Mapan” menjadi momen penting bagi pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengatasi permasalahan anak putus sekolah.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung sepanjang hari tersebut menampilkan lima pembicara yang berpengalaman. Ketua Komisi D DPRD Sleman, Muhammad Arif Priyosusanto, mewakili Ketua DPRD dalam menyajikan materi bertajuk “Menuntaskan Putus Sekolah: Komitmen DPRD Sleman Menjamin Hak Pendidikan Setiap Anak.”

Frida Nurcahyani dari BPMP DIY ikut memaparkan Program Prioritas Kementerian terkait Anak Tidak Sekolah dan Anak Putus Sekolah. Di sisi lain, dimensi psikologis anak putus sekolah diuraikan secara komprehensif oleh Jefri Reza Pahlevi, psikolog Dinas Kesehatan dengan mengangkat topik “Menyembuhkan Luka Tak Terlihat: Penanganan Anak Putus Sekolah Akibat Bullying dan Konflik Keluarga”.

Workshop ditutup dengan presentasi praktik baik penanganan anak putus sekolah oleh Ediyanta dari SKB Kabupaten Sleman. Beliau memberikan gambaran konkret implementasi program di lapangan. Melalui program “Pantas Mapan” ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen menciptakan strategi komprehensif dalam menangani anak tidak sekolah dan putus sekolah dengan melibatkan seluruh masyarakat untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak di wilayah Sleman. (Syalsa NR/el)

Bagikan ke sosial media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *