Mendikbud: Guru Adalah Kunci untuk Menyelesaikan Masalah SDM

GTK, Jakarta – Penganugerahan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional merupakan acara yang bersifat periodik setiap tahun serta diselenggarakan berdekatan dengan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. 

Proses Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, sampai dengan tingkat nasional. Kegiatan ini memiliki 28 kategori lomba. Event ini diselenggarakan mulai tanggal 13 s.d. 18 Agustus 2019 yang diikuti 691 orang perwakilan dari 34 provinsi.

“Salah satu agenda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah memilih guru dan tenaga kependidikan yang berprestasi dan berdedikasi sebagai bentuk penghargaan profesi guru yang menurut saya satu-satunya profesi di dunia ini. Karena profesi itu hanya dua, guru dan lain-lain. Tidak ada satu pun profesi yang terbebas dari sentuhan guru. Itulah kenapa kita harus memberikan penghargaan yang sebaik-baiknya terutama untuk guru-guru yang baik,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada Malam Penganugerahan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 di ballroom Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Pada 16 Agustus 2019, para peserta Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo di depan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di parlemen. 

“Bapak Presiden kalau tadi didengarkan pidato beliau jelas menegaskan ada beberapa poin yang berkaitan dengan program pendidikan untuk Kabinet Kerja Periode II. Yang salah satunya tentu saja pentingnya segera meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Agar kualitas SDM kita memiliki keunggulan, baik keunggulan kompetitif maupun keunggulan komparatif ketika harus disandingkan dengan SDM dari negara yang lain,” ujar Mendikbud Muhadjir menjelaskan fokus periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Tentu kita tidak akan bisa menyiapkan SDM yang unggul tadi yang memiliki keunggulan itu tanpa membenahi di sektor gurunya. Kalau kita bicara tentang SDM dalam sektor pendidikan dalam konteks sekolah atau madrasah yang tidak bisa tidak adalah yang pertama yang harus dibenahi kualitasnya adalah para gurunya,” tambah Muhadjir Effendy.

Arahan dari Presiden Jokowi tersebut disambut oleh Kemendikbud dengan melakukan pembenahan guru.

“Kita tidak mungkin melahirkan lulusan-lulusan yang unggul, generasi pendidikan yang unggul, tanpa sentuhan guru yang memiliki dedikasi, kualifikasi juga unggul. Itulah kalau saya ditanya apa prioritas pendidikan, prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka merespons arahan dan program dan visi dari Bapak Presiden Jokowi, saya jawab tentu saja pembenahan guru. Guru menjadi kata kunci untuk menyelesaikan masalah SDM kita yang masih tertinggal,” ungkap Mendikbud Muhadjir Effendy. (sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *